Pusat Bantuan

Pasang Iklan

Pusat Bantuan

Sehubungan dengan kondisi pandemi dan peraturan PSBB yang berlaku, seluruh karyawan OLX Indonesia
melakukan kegiatan kerja dari rumah.
Untuk itu, layanan pengguna hanya terbuka melalui Pusat Bantuan atau email cs@olx.co.id

Tips Belanja Online Anti Kena Tipu

unnamed.jpg

 

1. Hindari Bertransaksi dengan Pihak Ketiga

Penjual dengan status pihak ketiga (bukan pemilik barang langsung) bertebaran di situs-situs jualan online. Tidak sedikit yang berniat mengeruk keuntungan dengan menipu konsumen.

Khusus untuk pembelian properti seperti rumah ataupun apartemen, hindari berhubungan dengan seller lewat jalur video call atau hanya berdasarkan foto yang diperlihatkan oleh seller.

Usahakan untuk bertemu dan datang melihat langsung unit properti/kendaraan/barang yang ditawarkan. 

Pastikan juga bahwa yang kalian temui itu bukan calo, melainkan pemilik langsung dan pastikan untuk melakukan pembayaran hanya kepada pemilik langsung.

2. Belanja dari Situs Online Terpercaya

Pastikan untuk membeli sesuatu secara online di platform atau toko online yang terpercaya. 

Belanja online lewat marketplace atau platform jual beli online yang terpercaya akan jauh lebih aman. Pengelola situs akan melakukan berbagai terobosan untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan konsumen untuk berbelanja di platform yang mereka kelola.

Ketika terjadi masalah saat transaksi, konsumen bisa melaporkannya dan segera ditindak lanjuti.

3. Cek Reputasi Lapak Penjual

Sebenarnya akan lebih memudahkan jika online shop maupun penjual barang ada di platform jual-beli online trusted. Kalian bisa melihat track record penjual disitu. 

Khusus buat kalian konsumen pembeli mobil bekas di OLX, membedakan penjual yang sudah terverifikasi dan belum terverifikasi sangat mudah. Tinggal lihat tandanya saja. 

Penjual yang sudah terverifikasi ada tanda 'verified seller' dan serta badge berwarna biru. Biasanya tanda tersebut juga dilengkapi dengan hasil inspeksi yang menerangkan mobil tersebut bebas banjir dengan kondisi mesin, interior dan eksterior sesuai grade hasil pengecekan, A, B, C dan D.

4. Lihat Ulasan Produk Serta Tingkat Kepuasan Konsumen

Selain mengecek reputasi lapak penjual, salah satu kiat cermat menghindari penipuan saat belanja online adalah dengan meninjau ulasan atau review konsumen yang sudah berbelanja di lapak tersebut. 

Semakin banyak ulasan konsumen dengan tingkat kepuasan yang tinggi, mulai dari kualitas barang, cara packing barang serta kecepatan seller dalam merespon pertanyaan konsumen, itu artinya kalian sudah benar memilih lapak penjual.

5. Punya Fasilitas COD (Cash on Delivery) atau Home Test Drive

COD atau cash on delivery adalah salah satu metode transaksi belanja online yang bisa jadi solusi menghindari penipuan. Walaupun metode ini juga tidak menjamin 100 persen kalian tidak akan tertipu. 

Bisa saja barang yang dipesan ternyata kualitas serta spesifikasinya tidak sesuai dengan foto atau gambar yang dilihat di online. Ujung-ujungnya kalian akan tetap merasa tertipu juga

6. Harga Lebih Murah Bukan Segalanya

Tentunya sangat manusiawi jika konsumen punya prinsip "kalau ada yang lebih murah, mengapa harus beli yang lebih mahal?". 

Harga murah bukan segalanya. Harga dibawah pasaran bukan faktor penentu mengambil keputusan untuk langsung membeli barang yang diinginkan.

Harga di bawah pasaran kemungkinan ada tiga faktor. Pertama barang/mobil ada masalah, kedua, kemungkinan besar ini penipuan. Kalau perbedaan harganya terlalu jauh, kalian patut curiga ini adalah penipuan.

Ketiga adalah karena seller sedang butuh uang (BU) sehingga rela menjual barang/mobil dengan harga sangat murah.

Cara paling mudah untuk cek harga pasaran mobil adalah melalui aplikasi jual mobil OLX Autos. Cukup input data mobil yang kalian cari, mulai dari merk, model, tipe dan varian, tahun pembuatan serta nomor handphone. Saat di klik, kalian langsung bisa melihat pasaran harga mobil tersebut mulai dari yang termurah hingga yang tertinggi, mudah bukan? Cek link-nya

7. Jangan Bayar Apapun Duluan

Ini sebenarnya hal yang sangat penting dilakukan oleh konsumen yang bermaksud beli barang secara online, apapun bentuk barang tersebut, mobil bekas, rumah, apartemen, handphone, barang-barang keperluan rumah tangga, aksesoris kendaraan, apapun! Jangan pernah menyerahkan uang di muka, baik itu sebagai bentuk uang muka, uang pengikat, uang tanda jadi, atau apapun istilahnya. 

Meski menaruh minat yang sangat tinggi, atau istilahnya serius mau beli, tidak perlu ditunjukkan kepada penjual. Karena bisa menjadi senjata untuk menekan dan meminta uang muka. 

Apalagi kalau penjual menyampaikan kepada kalian bahwa barang yang dijual juga sudah diincar juga oleh beberapa pembeli lainnya, sehingga siapa cepat dia yang dapat.