Pusat Bantuan

Pasang Iklan

Pusat Bantuan

Sehubungan dengan kondisi pandemi dan peraturan PSBB yang berlaku, seluruh karyawan OLX Indonesia
melakukan kegiatan kerja dari rumah.
Untuk itu, layanan pengguna hanya terbuka melalui Pusat Bantuan atau email cs@olx.co.id

Tips Belanja Online : Jangan Mudah Percaya Escrow Account

Transaksi online akhir-akhir ini memang sedang tren di masyarakat. Era kebiasaan baru menuntut kita untuk tidak terlalu banyak ‘bersentuhan’ dalam tanda kutip berhubungan langsung dengan penjual maupun pembeli agar bisa meminimalisir risiko tertular COVID-19.

Kebiasaan baru ini memberi ruang tumbuh cukup pesat bagi platform e-commerce maupun marketplace yang menyediakan fasilitas belanja barang secara online.

Indikasi ‘tumbuh’ ini bisa kita lihat secara nyata, dimana banyak sekali e-commerce atau platform jual-beli online berlomba-lomba memberikan program menggiurkan demi menarik ‘nafsu’ belanja masyarakat.

“Kemarin tetangga ada yang beli smart TV merek anu di online dapat harga murah banget, gak sampai seratus ribu lho,” ujar Ibu Nunung kepada suaminya, menceritakan pengalaman untung tetangganya.

Terlihat sangat menarik memang. Di jaman begini bisa beli segala isi rumah dengan harga yang kalau bisa dibilang tak sekadar murah lagi, tapi ‘miring’ banget, siapa yang tidak tergiur?

Tapi apakah semua orang punya pengalaman untung yang sama? Belum tentu.

Ada juga cerita pilu Sumarna yang mencoba bertransaksi lewat online, tapi ujung-ujung bukannya untung malah buntung. Uang melayang, barang yang dibeli tak kunjung datang.

Saat itu Sumarna tergiur dengan harga motor yang jauh dibawah pasaran yang dijual di salah satu situs online dan berniat untuk membelinya. Saat menghubungi penjual, dengan dalih sudah banyak yang menanyakan dagangannya ini, si penjual meminta Sumarna untuk menyetorkan sejumlah uang sebagai tanda keseriusan sekaligus pengikat tanda jadi.

“Nggak pakai lama, hari itu juga langsung transfer uang Rp 3,5 juta. Tapi setelah itu nomor hp si penjual motor nggak bisa dihubungi lagi,” kenang Sumarna.  

Dari sini kita bisa tarik kesimpulan, bahwa tidak selamanya transaksi online itu semurah dan semudah yang kita bayangkan. Ada celah dimana oknum-oknum nakal memanfaatkan tren belanja online ini untuk mengeruk keuntungan haram dan menjadikan pengalaman belanja online jadi tidak menyenangkan.

Escrow Account Dianggap Jadi Solusi Jitu

Menghindari terjadinya pengalaman pahit di atas, sekarang banyak pihak yang coba menawarkan fasilitas escrow account.  

Kaum milenial yang terbiasa berbelanja online mengenal istilah escrow account ini dengan sebutan ‘rekber’, singkatan dari rekening bersama. Dengan fasilitas ini, pembeli tidak perlu merasa khawatir tertipu karena uang akan kembali jika barang yang dibeli tidak diterima dalam waktu yang sudah ditentukan.

Definisi dari istilah escrow account adalah sebuah akun bank yang digunakan untuk menampung dana khusus yang pengadaannya dilakukan dengan persyaratan tertentu sesuai dengan perjanjian antara penyetor dengan pihak yang berkepentingan dengan dana tersebut.

Kalau mau disederhanakan, escrow account adalah akun yang disediakan oleh pihak ketiga untuk menampung dan menyalurkan dana kepada para pihak yang terlibat dalam transaksi secara online.

Agen escrow ini tidak cuma berfungsi untuk menerima dan menyalurkan dana transaksi, tapi sekaligus memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat transaksi melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya.

Escrow Account Palsu ‘Gentayangan’ Mencari Korban

Hadirnya fasilitas rekening bersama atau rekber tentu menjadi solusi aman dalam bertransaksi online. Pada prinsipnya escrow account disediakan untuk meningkatkan keamanan dalam bertransaksi secara online.

Tapi lagi-lagi, oknum culas tidak pernah kehabisan akal dalam mencari cara untuk mendapatkan uang haram. Selalu ada saja cara mereka agar bisa ngerjain orang yang lengah untuk dijadikan korban.

Dalam hal ini, OLX sebagai platform jual-beli online terpercaya selalu berusaha melindungi pengguna aplikasi agar tidak terjebak dalam penipuan yang akan menimbulkan kerugian. Termasuk anjuran untuk mewaspadai adanya agen escrow palsu yang selalu mencari korban baru.

OLX terus mengedukasi pengguna aplikasi agar selalu berhati-hati setiap bertransaksi menggunakan layanan escrow account. Pasalnya sampai saat ini OLX sendiri belum menyediakan layanan tersebut.

Banyak escrow account yang mungkin terlihat seperti aslinya, namun pada kenyataannya palsu. Sebaiknya periksa kebenarannya di layanan pelanggan sebelum melakukan transaksi. Waspadai tanda bahaya seperti ejaan yang buruk, penulisan kalimat yang disingkat atau dimodifikasi dan domain email palsu.

Peringatan awal sudah disampaikan setiap pengguna aplikasi OLX mulai melakukan chatting dengan penjual. Salah satunya dengan memberi pesan untuk tidak menyerahkan uang atau barang terlebih dahulu.

Dengan edukasi ini, diharapkan pengguna aplikasi OLX semakin pintar dalam melakukan ‘deal’ serta mendapatkan good experience dalam membeli atau menjual barang di OLX.

Intinya semua orang harus waspada dan teliti agar tidak mudah tertipu!